TAKALAR – Sebanyak 44 orang dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan makanan usai menyantap hidangan dalam acara hajatan milik Tompi Daeng Jamaria di Dusun Borongtaipaya, Desa Campagaya, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Senin (2/11/2026).
Sejumlah tamu undangan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, mual hingga muntah setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam acara tersebut.
Menindaklanjuti laporan kejadian itu, tim medis Puskesmas Bontomangape langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan sekaligus mengevakuasi warga yang mengalami gejala gangguan kesehatan.
Karena jumlah warga yang membutuhkan penanganan cukup banyak, pihak Puskesmas Bontomangape berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar guna meminta dukungan tambahan dari tim Public Safety Center (PSC) 119.
Kepala UPTD PSC 119 Kabupaten Takalar, Abdul Marhadi, SKM., M.Kes., turut mengoordinasikan penanganan sekaligus turun langsung ke lapangan untuk memastikan warga terdampak memperoleh pelayanan medis.
Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, H. Sapri, SKM., S.Kep., M.Kes., juga turun langsung bersama tim kesehatan untuk memantau perkembangan penanganan terhadap para korban.
Berdasarkan data sementara hasil pendataan tim PSC 119 bersama jajaran puskesmas, jumlah warga yang terdampak mencapai 44 orang.
Adapun rinciannya, sebanyak 24 orang ditangani Puskesmas Bontomangape, enam orang di Puskesmas Bontokassi, lima orang di Puskesmas Bontomarannu, dan dua orang di Puskesmas Galesong.
Sementara itu, satu orang tercatat mendapatkan penanganan di RS Pratama Gowa, sedangkan enam orang lainnya masih berada di rumah.
Seluruh warga yang telah terdata disebut sudah mendapatkan penanganan dan pemantauan dari petugas kesehatan sesuai kondisi masing-masing.
Meski puluhan warga mengalami gejala serupa setelah menyantap hidangan hajatan, penyebab pasti kejadian tersebut hingga kini belum diketahui.
Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar masih melakukan pemeriksaan sampel melalui Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan untuk memastikan faktor yang menyebabkan munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai dugaan keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan gejala yang dialami para tamu undangan.
Dinas Kesehatan bersama PSC 119 dan sejumlah puskesmas juga terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap kondisi warga terdampak.
Masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala pusing, mual, muntah, diare, maupun keluhan lainnya setelah mengonsumsi makanan.
Penanganan terpadu yang melibatkan PSC 119 dan sejumlah fasilitas kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan pelayanan medis secara cepat dan tepat.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar. (***)


























